Dear Mitra dan calon Mitra, sehubungan Hari Raya Lebaran 1435 H, operasional kami akan OFF mulai 24 Juli 2014 dan akan AKTIF kembali 11 Agustus 2014
Powered by MaxBlogPress 

Heryawan Wajibkan PNS di Jabar Pakai Sepatu Dalam Negeri

Bandung – Gubernur Jabar Ahmad Heryawan resmi mencanangkan Penggunaan Sepatu Buatan Indonesia di Jabar, di area parkir barat Gedung Sate, Jalan Cilamaya, Kamis (9/6/2011). Pasca dicanangkan Heryawan menyatakan PNS se-Jabar wajib setiap hari memakai sepatu buatan dalam negeri.

“Kalau di tingkat nasional diimbau menggunakannya hanya satu hari, di Jabar kita laksanakan setiap hari,” ujar Heryawan dalam sambutannya.

Dalam kesempatan tersebut Heryawan meminta kepada Kepala Dinas Perindustrian dan Pergadangan Jabar Ferry Sofwan untuk segera mengeluarkan surat edaran bagi seluruh PNS se-Jabar.

“Mohon dalam waktu seminggu ini dikonsep dan diedarkan suratnya ke seluruh OPD agar diinformasikan ke PNS di dinasnya masing-masing,” ungkapnya.

Menurutnya kebijakan itu dilakukan untuk mendorong kemajuan industri sepatu di Jabar, khususnya Cibaduyut Bandung dan Ciomas Bogor sebagai penghasil sepatu terbesar saat ini.

“Dalam rangka membangun perekonomian, harus ada keberpihakan pada produk dalam negeri. PNS harus jadi contoh bagi masyarakat umum dalam memakai produk dalam negeri,” kata Heryawan.

Dalam kesempatan itu, Heryawan diberi sepasang sepatu dari salah seorang pengusaha sepatu Cibaduyut. Ia pun langsung melepas sepatu yang dikenakannya dan menggunakan sepatu yang baru diberi.

“Tuh, sepatu yang saya pakai juga buatan lokal, buatan Cibaduyut. Ini sekarang dikasih sepatu, ini bagus buat tinjauan ke lapangan,” tutur Heryawan sambil memperlihatkan sepatu dengan tinggi sebetis itu.

Setelah itu, Heryawan sempat melihat-lihat stand penjualan sepatu di lokasi dan berbincang-bincang dengan para penjual.

(ors/ern)

Sumber: http://bandung.detik.com/read/2011/06/09/150826/1656809/486/heryawan-wajibkan-pns-di-jabar-pakai-sepatu-dalam-negeri?881104485

Posted under Artikel

This post was written by Sepatu Cibaduyut on June 16, 2011

Tags:

Konsumsi Sepatu Lokal Bakal Naik 20%

Konsumsi Sepatu Lokal Bakal Naik 20%
Pangsa pasar produk dalam negeri dibandingkan produk impor akan menjadi 60 persen.
Senin, 2 Maret 2009, 19:11 WIB
Hadi Suprapto, Elly Setyo Rini

VIVAnews - Konsumsi sepatu dalam negeri diperkirakan bakal naik 20 persen atau akan ada kenaikan sekitar Rp 5 triliun pada 2009. Pangsa pasar produk dalam negeri dibandingkan produk impor akan menjadi 60 persen.

“Tahun lalu, sepatu produksi dalam negeri hanya menguasai 40 persen, sisanya impor,” kata Ketua Umum Asosiasi Persepatuan Indonesia Edy Widjanarko di sela-sela kunjungan Wakil Presiden Jusuf Kalla ke pabrik sepatu Fortuna Bandung Jawa Barat, Senin 2 Maret 2009.

Edy menjelaskan pasar dalam negeri nilainya sekitar Rp 25 triliun, sehingga jika ada kenaikan 20 persen. Tahun ini nilainya akan sebesar Rp 30 triliun. Untuk mencapai kenaikan itu, Edy menambahkan, akan menyerap 100 ribu tenaga kerja baru.

Dengan adanya peraturan baru seperti Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 56 Tahun 2008 dan Inpres Nomor 2 Tahun 2009. “Kami yakin bisa mencapai angka itu,” ujarnya.

Peraturan Menteri Perdagangan itu mengatur tentang ketentuan impor produk tertentu melalui lima pelabuhan dan dua bandar udara. Sedangkan Inpres Nomor 2 Tahun 2009 mengatur tentang peningkatan penggunaan produk dalam negeri dalam pengadaan barang/jasa pemerintah.

Pasar ekspor sepatu masih saja menjanjikan. Edy menerangkan, hingga akhir 2008 ekspor alas kaki mencapai US$ 1,83 miliar atau terjadi kenaikan 13,2 persen dari tahun sebelumnya. “Ekspor sepatu paling tinggi dibandingkan produk lain,” katanya. Karena itu, dia menambahkan, ekspor tahun ini akan tetap dipertahankan nilainya.

• VIVAnews

http://bisnis.vivanews.com/news/read/35365-konsumsi_sepatu_lokal_bakal_naik_20_

Posted under Artikel

This post was written by Sepatu Cibaduyut on October 7, 2009

Tags: , ,

Pengusaha sepatu lokal menobatkan Wakil Presiden sebagai Everyday Hero di sektor sepatu

Dukung Sepatu Lokal
Kalla Jadi Everyday Hero
Pengusaha sepatu lokal menobatkan Wakil Presiden sebagai Everyday Hero di sektor sepatu.
Senin, 2 Maret 2009, 22:42 WIB
Hadi Suprapto, Elly Setyo Rini
Wakil Presiden Jusuf Kalla (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews - Pengusaha sepatu lokal yang tergabung dalam Asosiasi Persepatuan Indonesia menobatkan Wakil Presiden Jusuf Kalla sebagai Everyday Hero di sektor sepatu.

“Kami menobatkan Bapak Wapres untuk menjadi pahlawan sepatu karena menginspirasikan semua orang untuk memakai sepatu dalam negeri,” kata Ketua Umum Aprisindo Edy Widjanarko saat kunjungan Wakil Presiden Jusuf Kalla ke pabrik sepatu Fortuna Bandung, Senin 2 Maret 2009.

Maklum saja, dengan gencarnya Kalla mempromosikan sepatu dalam negeri belakangan ini menjadikannya sosok “pembela” pengrajin alas kaki.
Insiden pemeriksaan sepatu para menteri Kabinet Indonesia Bersatu di suatu rapat menjadi pemicu produk yang banyak diproduksi di Cibaduyut Bandung ini kembali pasar lokal. Hingga akhirnya, pada pertengahan Februari lalu, sebuah pameran nasional alas kaki dan produk kulit terselenggara dengan kerja sama asosiasi.

Buah manis dipetik dari keberhasilan pameran. Seorang pengrajin asal Cibaduyut mengaku “ketiban durian” setelah pameran. “Saya langsung mendapat tawaran order dari tiga pemebeli luar negeri,” kata pengrajin sepatu dan produk kulit CV Dongjung, Irwansyah Tanjung.

Ketiganya berasal dari Perancis, Australia, dan Italia. Tak hanya itu, Irwansyah mengklaim mendapatkan penjualan terbesar di antara peserta pameran lainnya.

Irwansyah mengaku tawaran dari Perancis harus ditepisnya. “Setelah negosiasi ternyata harganya tidak cocok, saya tawarkan US$ 55 tapi mereka minta US$ 25. Karena terlalu rendah nego harganya, jadi saya tolak,” katanya.

Sedangkan pembeli kedua dari Australia meminta pesanan sepatu yang pernah dipesan dari China dengan segmen menengah ke bawah. “Mereka pesan sampai ribuan pasang sepatu. Karena harga cocok, saya terima dan sekarang sedang dibuat sampelnya,” kata Irwansyah.

Bahkan, dia meminta kerja sama dengan pengrajin lain untuk membantu produksi pesanan sepatu yang cukup banyak ini.

Sedangkan pembeli ketiga, adalah importir asal Italia. “Sebenarnya hari ini saya ada janji bertemu dengan importir itu, tapi karena mau bertemu Pak Wapres, maka dipending besok untuk negosiasi harga,” katanya.

• VIVAnews

http://bisnis.vivanews.com/news/read/35398-kalla_jadi_everyday_hero

Posted under Artikel

This post was written by Sepatu Cibaduyut on October 7, 2009

Tags: , ,

Pejabat Kok Malu Beli Sepatu Domestik!

Perajin sepatu skala kecil di kawasan Sumur Batu, Jakarta, merampungkan produksi sepatu wanita untuk pangsa pasar lokal, Sabtu (15/11). Bahan sepatu yang sebagian besar masih diimpor dari China mengalami kenaikan harga 20 persen karena depresiasi nilai tukar rupiah. Akibatnya, omzet para perajin sepatu turun hingga 25 persen.
Jumat, 13 Februari 2009 | 08:26 WIB

Sepatu kini telah menjadi lambang nasionalisme setelah seorang wartawan di Irak melemparkan sepatu ke muka mantan Presiden Amerika Serikat George W Bush.

Sepatu kini dimaknai sebagai simbol untuk memperkuat perekonomian nasional. Apalagi, krisis keuangan global mulai menghancurkan industri alas kaki, kulit, dan produk kulit Indonesia.

Oleh karena itu, berulang kali Wakil Presiden Jusuf Kalla menyindir para pejabat dan pengusaha yang menggunakan sepatu impor.

Lalu karena merasa disindir terus, Departemen Perindustrian menyelenggarakan pameran ”Gelar Sepatu Produksi Indonesia” di Jakarta Convention Center. Pameran dibuka Menteri Perindustrian Fahmi Idris, Kamis (12/2).

Ketua Umum Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Eddy Widjanarko mengatakan, ada pejabat eselon satu menelepon produsen untuk memesan sepatu domestik.

Mereka, kata Eddy, mengaku malu kalau harus antre di Mangga Dua atau Pasar Baru Jakarta. ”Tidak perlu malu lagi Pak. Sepatu domestik juga sudah dijual di mal atau plaza kok,” ujar Eddy kepada pejabat yang memesan sepatu itu.

Ancaman PHK

Order yang makin berkurang menyebabkan daya tahan industri ini kelimpungan. Akibatnya, ancaman PHK menjadi momok yang menakutkan. Kini, kunci penolong hampir semua negara hanyalah pasar domestik.

Eddy Widjanarko mengatakan, nilai ekspor sepatu menunjukkan kenaikan. Tahun 2003 tercatat sebesar 1,1 miliar dollar AS, 2004 (1,3 miliar dollar AS), 2005 (1,4 miliar dollar AS), dan 2006 (1,6 miliar dollar AS).

Sementara itu, tahun 2007 sebesar 1,63 miliar dollar AS dan tahun 2008 yang masih dalam penghitungan diperkirakan mencapai 1,8 miliar dollar AS.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, perkembangan volume ekspor kulit mentah tahun 2003 mencapai 222.290 kilogram, 2004 (243.432 kilogram), 2005 (135.491 kilogram), 2006 (41.342 kilogram), dan 2007 (28.034 kilogram).

Lebih tinggi daripada ekspor

Adapun impor kulit mentah lebih tinggi daripada ekspornya. Tahun 2003 sebanyak 3,216 juta kilogram, 2004 (1,767 juta kilogram), tahun 2005 (1,407 juta kilogram), 2006 (2,293 juta kilogram), dan 2007 (4,765 juta kilogram).

Sementara itu, ekspor alas kaki tahun 2003 mencapai 99,427 juta kilogram, 2004 (101,291 juta kilogram), 2005 (104,202 juta kilogram), 2006 (112,26 juta kilogram), dan 2007 (114,793 juta kilogram). ”Tentunya, kita masih harus berpikir, apakah ekspor akan naik lagi atau stagnan pada saat krisis keuangan global ini?” kata Eddy.

Harus bangkit

Menurut Eddy, prinsipal Nike, Reebok, Adidas, Fila, dan Diadora sudah berkomitmen tidak mengurangi order. Artinya, sekitar 55 persen nilai ekspor dipastikan bisa dipertahankan.

Kini, tinggal 45 persen sepatu jenis nonsport diprediksi turun 10-20 persen. Perekonomian nasional harus bangkit untuk mencegah ledakan PHK lebih besar di industri sepatu.

Untuk menyelamatkan industri ini, salah satu caranya adalah penggunaan sepatu buatan dalam negeri. Penggunaan produk domestik sudah bukan zamannya lagi cuma diucapkan melalui berbagai jargon, tetapi harus dicontohkan langsung oleh para pejabat di negeri ini.

Fahmi Idris mengatakan, ”Berdasarkan instruksi Presiden, kelak akan ada kebijakan penggunaan produk dalam negeri supaya perekonomian kita terdongkrak.”

Ketika menutup Musyawarah Nasional Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia pada 22 Desember 2008, pengusaha ditantang secara terbuka oleh Wapres untuk membuktikan kecintaan mereka terhadap sepatu produk dalam negeri.

Pada acara itu Menteri Negara Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar sampai harus mencopot sepatunya di depan forum untuk membuktikan bahwa sepatu yang dipakainya buatan Cibaduyut, Bandung, Jawa Barat. Celakanya, waktu itu Wapres Jusuf Kalla justru masih menggunakan sepatu impor.

Waduh!

Stefanus Osa Triyatna

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2009/02/13/08260898/pejabat.kok.malu.beli.sepatu.domestik

Posted under Artikel

This post was written by Sepatu Cibaduyut on June 18, 2009

Tags: ,

Tiga Menteri Jadi Model Sepatu Lokal

Minggu, 15 Februari 2009 | 17:28 WIB

JAKARTA, MINGGU – Ada pemandangan menarik dalam acara Pameran Alas Kaki, Kulit & Produk Kulit Indonesia 2009, di Hall A Jakarta Convention Center, yang berakhir Minggu (15/2). Saat acara penutupan, para menteri dan pejabat pemerintahan tidak hanya menyampaikan sambutan namun didaulat untuk menjadi model fashion shoes.

Tiga orang menteri Kabinet Indonesia Bersatu dan sejumlah pejabat yang hadir pun lenggak-lenggok di panggung. Masing-masing Menkokesra Aburizal Bakrie, Menperdag Marie Elka Pangestu beserta suami, Menperin Fahmi Idris beserta ibu, serta beberapa sekretaris jendral beberapa departemen, berjalan layaknya di atas catwalk.

Tidak hanya jarang melakukan hal seperti itu, namun mereka juga diharuskan mengenakan sepatu-sepatu lokal karya anak bangsa. Fahmi Idris mengunakan sepatu sport produksi dari Tomnkins. Aburizal Bakrie menggunakan sepatu vantofel hitam dari Mario Minardi. Marie Elka Pangestu menggunakan sepatu buatan Yongki Komaladi, sedangkan sang suami menggunakan sepatu vantofel karya dari Buccheri. Semuanya merupakan merek lokal asli Indonesia.

Yang tampak berbeda adalah pasangan Sekjen Perindustrian Agus Cahayana dan istri. Keduanya adalah satu-satunya pasangan yang tampil sporty dengan sepatu sport merek Eagle.

“Sepatu ini mengilap, seperti sepatu buat dansa ball room, sayang saya gak bisa dansa ball room. Saya kira ini produk-produk buatan Amerika, enggak tahunya buatan lokal,” ujar Aburizal Bakrie saat memeragakan di atas panggung.

Ia mengatakan sepatu buatan lokal sebenarnya sudah tak kalah dengan sepatu impor dari sisi kualitas. Namun, ia mengakui kesulitan mencari sepatu lokal karena seringkali tidak standar seperti nomor sama dari produsen berbeda punya standar ukuran yang berbeda. Untuk bersaing di pasar ekspor, menurutnya standardisasi produk harus lebih diperhatikan.

Hal tersebut juga diungkapkan memperindag. “Sepatu Indonesia udah bagus, kualitasnya juag semakin baik. Jika ingin terus bersaing di pasar Internasional kualitasnya harus ditingkatkan lagi, dari segi modelnya juga harus terus di inovasi lagi,” ujar Marie Elka Pangestu usai berakting di atas panggung.

C5-09

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2009/02/15/17285845/tiga.menteri.jadi.model.sepatu.lokal

Posted under Artikel

This post was written by Sepatu Cibaduyut on June 18, 2009

Tags:

Selamat Datang di http://sepatucibaduyut.tokorumpi.com

sepatucibaduyut-wordpress

Kami sepatucibaduyut.tokorumpi.com adalah pionir dalam memasarkan produk-produk industri kreatif dari Bandung, terutama dalam bidang fashion, web kami telah menginspirasi puluhan web lain untuk muncul kemudian.

Selain menjual secara retail, kami  juga mengajak anda untuk menjadi mitra memasarkan produk-produk ini di wilayah anda. Dengan modal relatif kecil bahkan tanpa modal, anda sudah bisa memulai usaha dan menghasilkan keuntungan. Anda bisa mendapatkan potensi keuntungan sampai dengan 100% lebih. Silahkan download cara dan ketentuan, tips, katalog, dan daftar harga melalui link di samping  maupun di halaman download.

Tidak hanya sepatu, tersedia juga produk berupa sandal, tas, dompet, jaket, pakaian, dan produk-produk lainnya untuk pria, wanita, dan anak-anak dari brand Basamasoga, Catenzo, Garsel Shoes, Garsel Fashion and Bags, Garucci, Garucci Bags and Wallets, Golfer, Hazzel’s, JavaSeven, Koyoko, Mitaco, Mitaco Fashion, Primadona, Ratio Pradelin, Sasco,… dan lain-lain.

Apa keuntungan menjadi mitra sepatucibaduyut.tokorumpi.com?

- Hanya bermodalkan katalog, anda sudah bisa memulai usaha.

- Mendapatkan potensi keuntungan sampai dengan 100% lebih.

- Tidak perlu stok.

- Tersedia beraneka macam produk dengan model-model terbaik. Ribuan model/ item dari berbagai Brand/Merk.

- Harga jual cash ke konsumen diupayakan lebih murah daripada di mall.

- Barang cacat, ganti ukuran bisa diretur.

Silahkan lihat juga halaman lain melalui tab menu di bagian atas halaman ini untuk mendapat informasi lainnya.

Informasi ini bisa juga diakses melalui alamat :

http://sepatucibaduyut.wordpress.com/

Kami selalu menjadi yang terdepan karena kami mengutamakan kepuasan konsumen dengan memberikan harga yang kompetitif, pelayanan yang cepat, transparan, dan terpercaya.

Salam Sukses !

Posted under utama