Industri Sepatu Masih Aman dari Krisis

Industri Sepatu Masih Aman dari Krisis
Jika industri sudah mempunyai pesanan tiga bulan pertama, pesanan akan aman hingga Juni.
Selasa, 10 Februari 2009, 18:13 WIB
Hadi Suprapto, Elly Setyo Rini

VIVAnews – Pesanan sepatu ekspor dipastikan tidak terpengaruh turunnya permintaan dunia akibat krisis global dalam jangka pendek.

“Kami sudah dapat order hingga 3 bulan ke depan,” kata Ketua Umum Asosiasi Persepatuan Indonesia Ade Wijanarko di Jakarta, Selasa 10 Februari 2009.

Menurutnya, industri ini tidak terlalu terpengaruh imbas krisis global seperti industri tekstil dan elektronik. Umumnya, Edi mengatakan, jika industri sudah mempunyai pesanan tiga bulan pertama, pesanan akan aman sampai Juni 2009.

“Sebab bulan keempat sampai keenam merupakan peak season untuk penjualan sepatu,” kata dia. “Itu sudah menjadi siklus dunia.” Sehingga, Aprisindo optimistis tahun ini pertumbuhannya tidak akan negatif, minimal stagnan dengan target 2008 sebesar US$ 1,8 miliar.

Industri penyamakan kulit sebagai industri pendukung bahan baku utama sepatu meminta agar industri sepatu menggunakan seluruh bahan baku kulit lokal.

“Industri penyamakan kulit tergantung industri hilirnya, kalau industri sepatu tumbuh dengan baik, industri penyamakan kulit juga mengalami pertumbuhan,” kata Ketua Umum Asosiasi Penyamakan Kulit Indonesia (APKI) Senjaya.

Senjaya meminta kandungan lokal industri sepatu bisa 100 persen dari kulit lokal. Ia mengakui saat ini industri penyamakan kulit mengalami keterbatasan bahan baku.

“Karena itu, kami meminta Departemen Pertanian mempercepat izin beberapa negara pengimpor bahan baku kulit agar kami tidak kesulitan menjual barang,” kata Senjaya.

Negara pengimpor bahan baku kulit di antaranya Afrika, Timur Tengah, Asia Tenggara, dan Amerika Latin.

• VIVAnews

http://bisnis.vivanews.com/news/read/28941-industri_sepatu_masih_aman_dari_krisis

Posted under Artikel

This post was written by Sepatu Cibaduyut on Oktober 7, 2009

Tags: ,

Dari Fortuna Bandung ke Garsel Cibaduyut

Jusuf Kalla-Fahmi Idris Soal Sepatu
Dari Fortuna Bandung ke Garsel Cibaduyut
Fahmi Idris siap memamerkan pabrik sepatu Garsel yang dibanggakannya kepada Jusuf Kalla.
Senin, 2 Maret 2009, 15:03 WIB
Umi Kalsum, Elly Setyo Rini

VIVAnews –  Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Menteri Perindustrian Fahmi Idris mengkhususkan diri membicarakan masalah sepatu. Tentunya, sepatu produksi dalam negeri. Siang ini, pukul 14.00 WIB, mereka akan mengunjungi pabrik sepatu ternama di kota Bandung, Fortuna.

Sepatu Fortuna sudah sejak lama diekspor ke luar negeri, terutama Eropa. Tak tanggung-tanggung semua produksi sepatunya khusus untuk pasar ekspor. Pabrik yang terletak di Jalan Soekarno Hatta Bandung ini tiba-tiba penuh dengan protokoler untuk menanti orang nomor dua Indonesia itu datang dan “inspeksi” pabrik.

Sejak awal tahun ini, pemerintah gencar mengkampanyekan cinta dan produk dalam negeri dengan slogan “Aku Cinta Produk Indonesia” dan bertagline “Indonesia 100 Persen”. Salah satunya, sepatu. Bahkan, Fahmi Idris saat ini juga sedang menggodog peraturan wajib penggunaan sepatu dalam negeri untuk pegawai negeri sipil dan polisi.

Penggunaan sepatu dalam negeri, kata Fahmi, merupakan implementasi dari Instruksi Presiden (Inpres) No.2/2009 tentang Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri untuk Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

Sepeninggal dari pabrik Fortuna, rencananya Kalla dan Fahmi Idris akan mengunjungi pabrik sepatu Garsel dan sentra produksi sepatu di Cibaduyut. Sepatu Garsel salah satu sepatu yang dibanggakan Fahmi Idris. “Saya juga pakai sepatu dalam negeri. Sepatu Garsel namanya, singkatan dari Garut Selatan,” katanya di suatu kesempatan.

• VIVAnews

http://bisnis.vivanews.com/news/read/35270-dari_fortuna_bandung_ke_garsel_cibaduyut

Posted under Artikel

This post was written by Sepatu Cibaduyut on Oktober 7, 2009

Tags: , , ,

Akan Ada Sepatu Merek JK

Senin, 06 April 2009 12:24 WIB
Akan_Ada_Sepatu_Merek_JKMI/SUSANTO

JAKARTA–MI: Pengrajin dan pengusaha sepatu berencana untuk memproduksi sepatu dengan merek “JK Collection Shoes” karena penjualannya meningkat hingga 50% sejak kampanye JK untuk memakai sepatu dalam negeri.

Menanggapi hal itu, “Silakan saja buat sepatu dengan nama JK. Saya terharu,” kata Wapres Jusuf Kalla saat menerima para pengrajin dan pengusaha sepatu Cibaduyut Bandung di Istana Wapres Jakarta, Senin (6/4).

Menurut Wapres, baginya tidak masalah namanya digunakan sebagai merek karena yang terpenting bagaimana ekonomi rakyat tumbuh sebaik-baiknya. “Silakan saja pakai merk JK Collection tapi dengan satu syarat, jaga kualitasnya. Jangan nanti orang pakai sepatu itu kakinya lecet-lecet. Nanti saya tidak enak,” kata Wapres yang disambut tawa.

Dalam kesempatan itu juga, Wapres mengingatkan agar orang Indonesia tidak selalu menggunakan produk luar negeri. Saat ini banyak orang Indonesia yang tidak membeli sepatu tetapi membeli merek.

Ia mencontohkan orang membeli sepatu merek Italia yang harganya jutaan rupiah. Padahal jika benar-benar membeli sepatu harganya tidak akan semahal itu. Yang menjadi mahal karena merek terkenal dari luar negeri. “Jadi silakan pakai merek JK. Kita tegas saja supaya orang tahu sepatu JK itu buatan Indonesia,” kata Wapres.

Adeng juga menjelaskan sejak Wapres mencanangkan gerakan gunakan
sepatu dalam negeri maka penjualan sepatu dari Cibaduyut meningkat hingga 50 persen.

Sebelumnya kita hanya mampu menjual 20 kodi per hari sekarang rata-rata menjadi 30 s/d 40 kodi per hari,” kata Adeng. Namun, Adeng juga mengakui masih adanya kendala dalam bidang pemasaran yang masih terbatas. Karena itu, Adeng minta bantuan dalam pemasaran ini agar bisa lebih luas lagi.(Ant/OL-04)

http://www.mediaindonesia.com/read/2009/04/04/68220/4/2/Akan_Ada_Sepatu_Merek_JK

Posted under Artikel

This post was written by Sepatu Cibaduyut on September 22, 2009

Tags: , , , ,