Dari Fortuna Bandung ke Garsel Cibaduyut

Jusuf Kalla-Fahmi Idris Soal Sepatu
Dari Fortuna Bandung ke Garsel Cibaduyut
Fahmi Idris siap memamerkan pabrik sepatu Garsel yang dibanggakannya kepada Jusuf Kalla.
Senin, 2 Maret 2009, 15:03 WIB
Umi Kalsum, Elly Setyo Rini

VIVAnews –  Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Menteri Perindustrian Fahmi Idris mengkhususkan diri membicarakan masalah sepatu. Tentunya, sepatu produksi dalam negeri. Siang ini, pukul 14.00 WIB, mereka akan mengunjungi pabrik sepatu ternama di kota Bandung, Fortuna.

Sepatu Fortuna sudah sejak lama diekspor ke luar negeri, terutama Eropa. Tak tanggung-tanggung semua produksi sepatunya khusus untuk pasar ekspor. Pabrik yang terletak di Jalan Soekarno Hatta Bandung ini tiba-tiba penuh dengan protokoler untuk menanti orang nomor dua Indonesia itu datang dan “inspeksi” pabrik.

Sejak awal tahun ini, pemerintah gencar mengkampanyekan cinta dan produk dalam negeri dengan slogan “Aku Cinta Produk Indonesia” dan bertagline “Indonesia 100 Persen”. Salah satunya, sepatu. Bahkan, Fahmi Idris saat ini juga sedang menggodog peraturan wajib penggunaan sepatu dalam negeri untuk pegawai negeri sipil dan polisi.

Penggunaan sepatu dalam negeri, kata Fahmi, merupakan implementasi dari Instruksi Presiden (Inpres) No.2/2009 tentang Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri untuk Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

Sepeninggal dari pabrik Fortuna, rencananya Kalla dan Fahmi Idris akan mengunjungi pabrik sepatu Garsel dan sentra produksi sepatu di Cibaduyut. Sepatu Garsel salah satu sepatu yang dibanggakan Fahmi Idris. “Saya juga pakai sepatu dalam negeri. Sepatu Garsel namanya, singkatan dari Garut Selatan,” katanya di suatu kesempatan.

• VIVAnews

http://bisnis.vivanews.com/news/read/35270-dari_fortuna_bandung_ke_garsel_cibaduyut

Posted under Artikel

This post was written by Sepatu Cibaduyut on Oktober 7, 2009

Tags: , , ,

Konsumsi Sepatu Lokal Bakal Naik 20%

Konsumsi Sepatu Lokal Bakal Naik 20%
Pangsa pasar produk dalam negeri dibandingkan produk impor akan menjadi 60 persen.
Senin, 2 Maret 2009, 19:11 WIB
Hadi Suprapto, Elly Setyo Rini

VIVAnews – Konsumsi sepatu dalam negeri diperkirakan bakal naik 20 persen atau akan ada kenaikan sekitar Rp 5 triliun pada 2009. Pangsa pasar produk dalam negeri dibandingkan produk impor akan menjadi 60 persen.

“Tahun lalu, sepatu produksi dalam negeri hanya menguasai 40 persen, sisanya impor,” kata Ketua Umum Asosiasi Persepatuan Indonesia Edy Widjanarko di sela-sela kunjungan Wakil Presiden Jusuf Kalla ke pabrik sepatu Fortuna Bandung Jawa Barat, Senin 2 Maret 2009.

Edy menjelaskan pasar dalam negeri nilainya sekitar Rp 25 triliun, sehingga jika ada kenaikan 20 persen. Tahun ini nilainya akan sebesar Rp 30 triliun. Untuk mencapai kenaikan itu, Edy menambahkan, akan menyerap 100 ribu tenaga kerja baru.

Dengan adanya peraturan baru seperti Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 56 Tahun 2008 dan Inpres Nomor 2 Tahun 2009. “Kami yakin bisa mencapai angka itu,” ujarnya.

Peraturan Menteri Perdagangan itu mengatur tentang ketentuan impor produk tertentu melalui lima pelabuhan dan dua bandar udara. Sedangkan Inpres Nomor 2 Tahun 2009 mengatur tentang peningkatan penggunaan produk dalam negeri dalam pengadaan barang/jasa pemerintah.

Pasar ekspor sepatu masih saja menjanjikan. Edy menerangkan, hingga akhir 2008 ekspor alas kaki mencapai US$ 1,83 miliar atau terjadi kenaikan 13,2 persen dari tahun sebelumnya. “Ekspor sepatu paling tinggi dibandingkan produk lain,” katanya. Karena itu, dia menambahkan, ekspor tahun ini akan tetap dipertahankan nilainya.

• VIVAnews

http://bisnis.vivanews.com/news/read/35365-konsumsi_sepatu_lokal_bakal_naik_20_

Posted under Artikel

This post was written by Sepatu Cibaduyut on Oktober 7, 2009

Tags: , ,