Industri Sepatu Negosiasi Ulang Soal Harga

Industri Sepatu Negosiasi Ulang Soal Harga
Harga disesuaikan dengan depresiasi kurs saat ini.
Jum’at, 14 November 2008, 14:10 WIB
Hadi Suprapto, Elly Setyo Rini

VIVAnews – Meski beberapa pembeli produk dalam negeri telah menunda bahkan membatalkan pembelian, kontrak ekspor sepatu dan alas kaki tetap jalan.

Hal itu diakui oleh Direktur Aneka Direktorat Jenderal Industri Logam Mesin Tekstil dan Aneka Departemen Perindustrian Budi Irmawan di Jakarta, Jumat 14 November 2008.

“Untuk kontrak tahun ini masih aman, hanya terjadi negosiasi ulang kontrak,” kata Budi.

Negosiasi ulang kontrak ekspor sepatu hanya dilakukan dalam hal harga, yang kebanyakan dilakukan dengan pembeli asal Australia. “Harga disesuaikan dengan depresiasi kurs sekarang,” ujar Budi. Untuk kontrak tahun depan, baru bisa dilihat pada Februari 2009.

Total ekspor sepatu dan alas kaki tahun ini ditargetkan mencapai US$ 1,8 miliar. Budi mengakui tahun depan target ekspor tidak akan turun. “Setidaknya sama dengan tahun ini,” katanya. Hingga saat ini, Indonesia mempunyai 390 perusahaan sepatu dan alas kaki.

• VIVAnews

http://bisnis.vivanews.com/news/read/9400-industri_sepatu_negosiasi_ulang_soal_harga

Posted under Artikel

This post was written by Sepatu Cibaduyut on Oktober 7, 2009

Tags: ,

Industri Sepatu Masih Aman dari Krisis

Industri Sepatu Masih Aman dari Krisis
Jika industri sudah mempunyai pesanan tiga bulan pertama, pesanan akan aman hingga Juni.
Selasa, 10 Februari 2009, 18:13 WIB
Hadi Suprapto, Elly Setyo Rini

VIVAnews – Pesanan sepatu ekspor dipastikan tidak terpengaruh turunnya permintaan dunia akibat krisis global dalam jangka pendek.

“Kami sudah dapat order hingga 3 bulan ke depan,” kata Ketua Umum Asosiasi Persepatuan Indonesia Ade Wijanarko di Jakarta, Selasa 10 Februari 2009.

Menurutnya, industri ini tidak terlalu terpengaruh imbas krisis global seperti industri tekstil dan elektronik. Umumnya, Edi mengatakan, jika industri sudah mempunyai pesanan tiga bulan pertama, pesanan akan aman sampai Juni 2009.

“Sebab bulan keempat sampai keenam merupakan peak season untuk penjualan sepatu,” kata dia. “Itu sudah menjadi siklus dunia.” Sehingga, Aprisindo optimistis tahun ini pertumbuhannya tidak akan negatif, minimal stagnan dengan target 2008 sebesar US$ 1,8 miliar.

Industri penyamakan kulit sebagai industri pendukung bahan baku utama sepatu meminta agar industri sepatu menggunakan seluruh bahan baku kulit lokal.

“Industri penyamakan kulit tergantung industri hilirnya, kalau industri sepatu tumbuh dengan baik, industri penyamakan kulit juga mengalami pertumbuhan,” kata Ketua Umum Asosiasi Penyamakan Kulit Indonesia (APKI) Senjaya.

Senjaya meminta kandungan lokal industri sepatu bisa 100 persen dari kulit lokal. Ia mengakui saat ini industri penyamakan kulit mengalami keterbatasan bahan baku.

“Karena itu, kami meminta Departemen Pertanian mempercepat izin beberapa negara pengimpor bahan baku kulit agar kami tidak kesulitan menjual barang,” kata Senjaya.

Negara pengimpor bahan baku kulit di antaranya Afrika, Timur Tengah, Asia Tenggara, dan Amerika Latin.

• VIVAnews

http://bisnis.vivanews.com/news/read/28941-industri_sepatu_masih_aman_dari_krisis

Posted under Artikel

This post was written by Sepatu Cibaduyut on Oktober 7, 2009

Tags: ,