Eddy menjelaskan, saat ini kemampuan daya tembus pasar produk lokal di dalam negeri masih mengisi 55%, sedangkan sisanya disumbang produk impor. Optimisme ini kata dia, tidak terlepas dari regulasi Permendag No. 56 soal pengetatan importasi dan program peningkatan komponen kandungan lokal. “Tahun depan pangsa pasar produk lokalĀ bisa 70%
karena adanya SK permendag,” katanya.
Tahun ini saja, kata dia, penurunan sepatu impor telah terasa pada pertengahan tahun, di mana dari total impor produk alas kaki 760 juta dolar AS telah mengalami penurunan 30% dari tahun lalu.
“Untuk ekspor jika kemungkinan tahun ini bisa sama dengan tahun lalu, tahun depan bisa melejit hingga 20% karena pabrik-pabrik sedang melakukan perluasan,” katanya.
Ia memperkirakan, total ekspor produk alas kaki Indonesia pada tahun ini bisa mencapai 1,8 miliar dolar AS, di mana 70% masih didominasi produk sepatu sport dan sisanya 30% nonsport. Secara bertahap komposisi itu akan terus diubah menjadi 50% sepatu sport dan 50% nonsport. “Ke depannya nanti komposisi sport 60%-40% sampai 50%-50%. bDengan demikian, lokal konten kita maju, seperti karet dan kulit,” katanya. (A-190/A-147) ***
Posted under Artikel
This post was written by Sepatu Cibaduyut on October 29, 2009









