Impor Sepatu Turun 30 Persen

Impor Sepatu Turun 30 Persen

Kamis, 29 Oktober 2009 , 07:03:00

JAKARTA, (PRLM).- Pengusaha industri alas kaki (persepatuan) dalam negeri optimistis bisa menguasai pasar persepatuan domestik hingga 70 persen pada tahun 2010 nanti. Total pasar persepatuan di dalam negeri per tahunnya mencapai Rp 25 triliun. Hal ini disampaikan Ketua Umum Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Eddy Widjanarko.

Eddy menjelaskan, saat ini kemampuan daya tembus pasar produk lokal di dalam negeri masih mengisi 55%, sedangkan sisanya disumbang produk impor. Optimisme ini kata dia, tidak terlepas dari regulasi Permendag No. 56 soal pengetatan importasi dan program peningkatan komponen kandungan lokal. “Tahun depan pangsa pasar produk lokal  bisa 70%
karena adanya SK permendag,” katanya.

Tahun ini saja, kata dia, penurunan sepatu impor telah terasa pada pertengahan tahun, di mana dari total impor produk alas kaki 760 juta dolar AS telah mengalami penurunan 30% dari tahun lalu.

“Untuk ekspor jika kemungkinan tahun ini bisa sama dengan tahun lalu, tahun depan bisa melejit hingga 20% karena pabrik-pabrik sedang melakukan perluasan,” katanya.

Ia memperkirakan, total ekspor produk alas kaki Indonesia pada tahun ini bisa mencapai 1,8 miliar dolar AS, di mana 70% masih didominasi produk sepatu sport dan sisanya 30% nonsport. Secara bertahap komposisi itu akan terus diubah menjadi 50% sepatu sport dan 50% nonsport. “Ke depannya nanti komposisi sport 60%-40% sampai 50%-50%. bDengan demikian, lokal konten kita maju, seperti karet dan kulit,” katanya. (A-190/A-147) ***

http://www.pikiran-rakyat.com/index.php?mib=news.detail&id=106822

Posted under Artikel

This post was written by Sepatu Cibaduyut on Oktober 29, 2009

Tags: , , ,

Industri Sepatu Negosiasi Ulang Soal Harga

Industri Sepatu Negosiasi Ulang Soal Harga
Harga disesuaikan dengan depresiasi kurs saat ini.
Jum’at, 14 November 2008, 14:10 WIB
Hadi Suprapto, Elly Setyo Rini

VIVAnews – Meski beberapa pembeli produk dalam negeri telah menunda bahkan membatalkan pembelian, kontrak ekspor sepatu dan alas kaki tetap jalan.

Hal itu diakui oleh Direktur Aneka Direktorat Jenderal Industri Logam Mesin Tekstil dan Aneka Departemen Perindustrian Budi Irmawan di Jakarta, Jumat 14 November 2008.

“Untuk kontrak tahun ini masih aman, hanya terjadi negosiasi ulang kontrak,” kata Budi.

Negosiasi ulang kontrak ekspor sepatu hanya dilakukan dalam hal harga, yang kebanyakan dilakukan dengan pembeli asal Australia. “Harga disesuaikan dengan depresiasi kurs sekarang,” ujar Budi. Untuk kontrak tahun depan, baru bisa dilihat pada Februari 2009.

Total ekspor sepatu dan alas kaki tahun ini ditargetkan mencapai US$ 1,8 miliar. Budi mengakui tahun depan target ekspor tidak akan turun. “Setidaknya sama dengan tahun ini,” katanya. Hingga saat ini, Indonesia mempunyai 390 perusahaan sepatu dan alas kaki.

• VIVAnews

http://bisnis.vivanews.com/news/read/9400-industri_sepatu_negosiasi_ulang_soal_harga

Posted under Artikel

This post was written by Sepatu Cibaduyut on Oktober 7, 2009

Tags: ,