Kami sedang terus meningkatkan kapasitas & kualitas layanan kami. Terimakasih atas pengertian & dukungan semua mitra / calon mitra. SUKSES !
Powered by MaxBlogPress 

Fahmi Idris Pakai Sepatu Cibaduyut

Nurseffi Dwi Wahyuni – detikFinance


(foto: Suhendra)

Minggu, 15/02/2009 12:01 WIB

Jakarta – Menteri Perindustrian Fahmi Idris tak mengelak ketika diminta menunjukkan sepatu yang dipakainya. Tanpa tedeng aling-aling dan penuh percaya diri, Fahmi langsung menunjukkan sepatu buatan Cibaduyut, Bandung, Jawa Barat miliknya.

“Sepatu ini buatan dalam negeri. Made in Cibaduyut,” ujar Fahmi di sela-sela mengunjungi stand-stand sepatu di Pameran alas kaki, kulit dan produk kulit Indonesia 2009, di Gedung JHCC, Jakarta, Minggu (15/2/2009).

Aksi itu dilakukan untuk menanggapi tantangan wartawan yang meminta Fahmi menunjukkan merek sepatu yang sedang digunakan olehnya. Dalam acara tersebut, Fahmi baru saja mengumandangkan akan mengeluarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang kewajiban menggunakan produksi dalam negeri.

Kontan saja, wartawan yang hadir iseng menantang Fahmi menunjukkan sepatu miliknya, untuk mengetahui apakah Fahmi juga menggunakan sepatu dalam negeri. Rupanya Fahmi dengan penuh percaya diri menunjukkan sepatu miliknya untuk membuktikan kalau ia menggunakan sepatu buatan dalam negeri.

“Saya beli di Cibaduyut. Mereknya Garue, singkatan Garut euy. Yang bikin orang Garut. Namanya Haji Hasan. Ada beberapa sepatu wanita dan pria pakai merk Gareu. harganya murah dan enak dipakai,” ujarnya sambil berpromosi.

Pada kesempatan yang sama, Fahmi mengatakan produk-produk yang dipamerkan dalam acara ini kebanyakan diekspor keluar negeri.”Kalau keluar negeri jangan salah karena yang dibeli disana bisa saja produk dalam negeri . Misalnya, Fortune menjual 60 uero, tidak sampai Rp 1 juta kan, padahal kalau di luar negeri harga 300-400 uero itu Rp 6 juta, siapa yang mau beli disini.” ujarnya.(dro/dro)

http://www.detikfinance.com/read/2009/02/15/120125/1085073/68/fahmi-idris-pakai-sepatu-cibaduyut

Posted under Artikel

This post was written by Sepatu Cibaduyut on June 18, 2009

Tags:

Wapres Kunjungi Industri Sepatu Cibaduyut

Wakil Presiden Jusuf Kalla
Senin, 2 Maret 2009 | 15:58 WIB

Laporan wartawan Suhartono
BANDUNG, SENIN — Seusai pertemuan dengan para asosiasi dan perajin sepatu di Pusat Pembuatan Sepatu “Fortuna Shoes” di Jalan Soekarno-Hatta, Bandung, Jawa Barat, Senin (2/3) sore, Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla beserta Ny Mufidah Jusuf Kalla meninjau Pusat Industri Sepatu Lokal Jawa Barat, Cibaduyut. Kalla masuk ke toko sepatu Oval, D’glass, dan Indah Collection serta terlihat membeli beberapa pasang sepatu lokal dan tas kulit.

Masyarakat langsung berjejal untuk memotret, menyalami, dan sekadar melihat rombongan Wapres. Menurut sejumlah perajin sepatu asal Cibaduyut, sebelumnya baru dua Wakil Presiden RI yang meninjau lokasi sepatu itu. Kedua Wapres itu adalah almarhum Adam Malik dan Sudharmono.

“Kami harapkan tradisi kunjungan Wapres RI ke Cibaduyut dapat diteruskan. Saya harap Bapak Wapres Kalla juga datang meninjau Cibaduyut,” tandas Said, seorang perajin saat bertanya kepada Wapres.

Acara dialog tersebut dimoderatori oleh Gubernur Jawa Barat Achmad Heryawan dan dihadiri Menteri Perindustrian Fahmi Idris dan Menteri Hukum dan HAM Andi Mattalatta.

Sebelumnya, para perajin sepatu Cibaduyut, juga meminta agar pemerintah memerhatikan industri sepatu yang kini dinilai sepi dan memprihatinkan karena kurang diminati serta turunnya daya beli masyarakat.

“Belum lagi infrastruktur jalan dan trotoar yang kecil sehingga menyebabkan kemacetan di mana-mana,” ungkap Oos, perajin lainnya.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Persepatuan Indonesia Eddy Widjanarko menyatakan, meskipun tengah krisis keuangan global, realisasi nilai perdagangan sepatu tahun lalu naik sekitar 13,2 persen dari sebelumnya target 1,7 miliar dollar AS naik 1,73 miliar dollar AS.

“Diharapkan, tahun ini meningkat 20 persen atau naik 5 miliar dollarAS untuk ekspor sepatu sehingga bisa mempertahankan jumlah pekerja sekitar 100.000 orang pekerja,” ungkap Eddy.
Suhartono

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2009/03/02/1558315/wapres.kunjungi.industri.sepatu.cibaduyut

Incoming search terms:

pusat industri sepatu

Posted under Artikel

This post was written by Sepatu Cibaduyut on June 18, 2009

Tags:

Pejabat Kok Malu Beli Sepatu Domestik!

Perajin sepatu skala kecil di kawasan Sumur Batu, Jakarta, merampungkan produksi sepatu wanita untuk pangsa pasar lokal, Sabtu (15/11). Bahan sepatu yang sebagian besar masih diimpor dari China mengalami kenaikan harga 20 persen karena depresiasi nilai tukar rupiah. Akibatnya, omzet para perajin sepatu turun hingga 25 persen.
Jumat, 13 Februari 2009 | 08:26 WIB

Sepatu kini telah menjadi lambang nasionalisme setelah seorang wartawan di Irak melemparkan sepatu ke muka mantan Presiden Amerika Serikat George W Bush.

Sepatu kini dimaknai sebagai simbol untuk memperkuat perekonomian nasional. Apalagi, krisis keuangan global mulai menghancurkan industri alas kaki, kulit, dan produk kulit Indonesia.

Oleh karena itu, berulang kali Wakil Presiden Jusuf Kalla menyindir para pejabat dan pengusaha yang menggunakan sepatu impor.

Lalu karena merasa disindir terus, Departemen Perindustrian menyelenggarakan pameran ”Gelar Sepatu Produksi Indonesia” di Jakarta Convention Center. Pameran dibuka Menteri Perindustrian Fahmi Idris, Kamis (12/2).

Ketua Umum Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Eddy Widjanarko mengatakan, ada pejabat eselon satu menelepon produsen untuk memesan sepatu domestik.

Mereka, kata Eddy, mengaku malu kalau harus antre di Mangga Dua atau Pasar Baru Jakarta. ”Tidak perlu malu lagi Pak. Sepatu domestik juga sudah dijual di mal atau plaza kok,” ujar Eddy kepada pejabat yang memesan sepatu itu.

Ancaman PHK

Order yang makin berkurang menyebabkan daya tahan industri ini kelimpungan. Akibatnya, ancaman PHK menjadi momok yang menakutkan. Kini, kunci penolong hampir semua negara hanyalah pasar domestik.

Eddy Widjanarko mengatakan, nilai ekspor sepatu menunjukkan kenaikan. Tahun 2003 tercatat sebesar 1,1 miliar dollar AS, 2004 (1,3 miliar dollar AS), 2005 (1,4 miliar dollar AS), dan 2006 (1,6 miliar dollar AS).

Sementara itu, tahun 2007 sebesar 1,63 miliar dollar AS dan tahun 2008 yang masih dalam penghitungan diperkirakan mencapai 1,8 miliar dollar AS.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, perkembangan volume ekspor kulit mentah tahun 2003 mencapai 222.290 kilogram, 2004 (243.432 kilogram), 2005 (135.491 kilogram), 2006 (41.342 kilogram), dan 2007 (28.034 kilogram).

Lebih tinggi daripada ekspor

Adapun impor kulit mentah lebih tinggi daripada ekspornya. Tahun 2003 sebanyak 3,216 juta kilogram, 2004 (1,767 juta kilogram), tahun 2005 (1,407 juta kilogram), 2006 (2,293 juta kilogram), dan 2007 (4,765 juta kilogram).

Sementara itu, ekspor alas kaki tahun 2003 mencapai 99,427 juta kilogram, 2004 (101,291 juta kilogram), 2005 (104,202 juta kilogram), 2006 (112,26 juta kilogram), dan 2007 (114,793 juta kilogram). ”Tentunya, kita masih harus berpikir, apakah ekspor akan naik lagi atau stagnan pada saat krisis keuangan global ini?” kata Eddy.

Harus bangkit

Menurut Eddy, prinsipal Nike, Reebok, Adidas, Fila, dan Diadora sudah berkomitmen tidak mengurangi order. Artinya, sekitar 55 persen nilai ekspor dipastikan bisa dipertahankan.

Kini, tinggal 45 persen sepatu jenis nonsport diprediksi turun 10-20 persen. Perekonomian nasional harus bangkit untuk mencegah ledakan PHK lebih besar di industri sepatu.

Untuk menyelamatkan industri ini, salah satu caranya adalah penggunaan sepatu buatan dalam negeri. Penggunaan produk domestik sudah bukan zamannya lagi cuma diucapkan melalui berbagai jargon, tetapi harus dicontohkan langsung oleh para pejabat di negeri ini.

Fahmi Idris mengatakan, ”Berdasarkan instruksi Presiden, kelak akan ada kebijakan penggunaan produk dalam negeri supaya perekonomian kita terdongkrak.”

Ketika menutup Musyawarah Nasional Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia pada 22 Desember 2008, pengusaha ditantang secara terbuka oleh Wapres untuk membuktikan kecintaan mereka terhadap sepatu produk dalam negeri.

Pada acara itu Menteri Negara Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar sampai harus mencopot sepatunya di depan forum untuk membuktikan bahwa sepatu yang dipakainya buatan Cibaduyut, Bandung, Jawa Barat. Celakanya, waktu itu Wapres Jusuf Kalla justru masih menggunakan sepatu impor.

Waduh!

Stefanus Osa Triyatna

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2009/02/13/08260898/pejabat.kok.malu.beli.sepatu.domestik

Posted under Artikel

This post was written by Sepatu Cibaduyut on June 18, 2009

Tags: ,

Tiga Menteri Jadi Model Sepatu Lokal

Minggu, 15 Februari 2009 | 17:28 WIB

JAKARTA, MINGGU – Ada pemandangan menarik dalam acara Pameran Alas Kaki, Kulit & Produk Kulit Indonesia 2009, di Hall A Jakarta Convention Center, yang berakhir Minggu (15/2). Saat acara penutupan, para menteri dan pejabat pemerintahan tidak hanya menyampaikan sambutan namun didaulat untuk menjadi model fashion shoes.

Tiga orang menteri Kabinet Indonesia Bersatu dan sejumlah pejabat yang hadir pun lenggak-lenggok di panggung. Masing-masing Menkokesra Aburizal Bakrie, Menperdag Marie Elka Pangestu beserta suami, Menperin Fahmi Idris beserta ibu, serta beberapa sekretaris jendral beberapa departemen, berjalan layaknya di atas catwalk.

Tidak hanya jarang melakukan hal seperti itu, namun mereka juga diharuskan mengenakan sepatu-sepatu lokal karya anak bangsa. Fahmi Idris mengunakan sepatu sport produksi dari Tomnkins. Aburizal Bakrie menggunakan sepatu vantofel hitam dari Mario Minardi. Marie Elka Pangestu menggunakan sepatu buatan Yongki Komaladi, sedangkan sang suami menggunakan sepatu vantofel karya dari Buccheri. Semuanya merupakan merek lokal asli Indonesia.

Yang tampak berbeda adalah pasangan Sekjen Perindustrian Agus Cahayana dan istri. Keduanya adalah satu-satunya pasangan yang tampil sporty dengan sepatu sport merek Eagle.

“Sepatu ini mengilap, seperti sepatu buat dansa ball room, sayang saya gak bisa dansa ball room. Saya kira ini produk-produk buatan Amerika, enggak tahunya buatan lokal,” ujar Aburizal Bakrie saat memeragakan di atas panggung.

Ia mengatakan sepatu buatan lokal sebenarnya sudah tak kalah dengan sepatu impor dari sisi kualitas. Namun, ia mengakui kesulitan mencari sepatu lokal karena seringkali tidak standar seperti nomor sama dari produsen berbeda punya standar ukuran yang berbeda. Untuk bersaing di pasar ekspor, menurutnya standardisasi produk harus lebih diperhatikan.

Hal tersebut juga diungkapkan memperindag. “Sepatu Indonesia udah bagus, kualitasnya juag semakin baik. Jika ingin terus bersaing di pasar Internasional kualitasnya harus ditingkatkan lagi, dari segi modelnya juga harus terus di inovasi lagi,” ujar Marie Elka Pangestu usai berakting di atas panggung.

C5-09

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2009/02/15/17285845/tiga.menteri.jadi.model.sepatu.lokal

Incoming search terms:

katalog bucheri shoes 2012

Posted under Artikel

This post was written by Sepatu Cibaduyut on June 18, 2009

Tags:

Galakkan Produk Domestik, JK Inspeksi Sepatu, Menteri Deg-degan

Senin, 16 Februari 2009 | 15:50 WIB

JAKARTA, SENIN — Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, saat ini para menteri selalu deg-degan jika berkunjung atau bertemu dirinya. Mengapa? Pasalnya, JK akan memeriksa sepatu para menteri, produksi dalam atau luar negeri.

Ia mengapresiasi aksi sejumlah menteri yang berlenggak-lenggok di catwalk pada pameran produksi dalam negeri, kemarin. Pada show tersebut, para menteri menggunakan sepatu produksi produsen dalam negeri.

“Semua menteri sekarang ketakutan, karena setiap ke kantor saya, saya periksa sepatunya. Produksi dalam negeri atau luar negeri,” kata JK pada dialog pengusaha dan parpol, Senin (16/2) di Jakarta. Pada forum ini, JK berbicara dalam kapasitasnya sebagai Ketua Umum Partai Golkar.

Sebelumnya, JK menyampaikan, kebijakan yang akan dijalankan pada masa mendatang adalah meningkatkan industri dalam negeri dengan mengutamakan pemakaian produksi dalam negeri. Ia pun mengeluarkan sindiran kepada ratusan pengusaha yang menjadi peserta dialog.

“Pengusaha mintanya diperhatikan produsen dan penguasa dalam negeri. Tapi, lihat saja barang yang dipakainya barang produksi dalam negeri,” katanya sambil tertawa.

Inggried Dwi Wedhaswary

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2009/02/16/1550111/galakkan.produk.domestik.jk.inspeksi.sepatu.menteri.deg-degan

Posted under Artikel

This post was written by Sepatu Cibaduyut on June 18, 2009

Tags: ,

Komit Produk Lokal, Wapres Peroleh Karikatur Sepatu

pameran-alas-kaki-2009

Menteri dan pejabat yang hadir dalam penutupan Pameran Alas Kaki, Kulit & Produk Kulit Indonesia 2009, di Hall A Jakarta Convention Center, Minggu (15/2) didaulat menjadi model sepatu-sepatu lokal.
Jumat, 6 Maret 2009 | 11:23 WIB

Komitmen Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk cinta produk lokal memperoleh apresiasi Menteri Perindustrian Fahmi Idris. Bukan lagi dengan himbauan PNS yang mesti bersepatu lokal, kali ini tanpa sungkan, Fahmi justru memberikan lukisan karikatur Kalla yang tengah mempertontonkan sepatu produk dalam negeri.

Lukisan karikatur Kalla ini diberikan Fahmi sesaat Kalla akan memimpin rapat tentang persiapan panen dan musim tanam di Istana Wapres, Jakarta, Kamis (5/3).

Kalla yang menerima karikatur dirinya tersebut, sontak tertawa kecil sambil terus mengamati lukisan karikaturnya. Uniknya tanpa ditanya, Menteri Pertanian Anton Apriantono dan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu berburu klaim penggunaan sepatu merk lokal yang digunakan.

“Saya pakai Gertz Indonesia, Pak,” ucap Anton.

“Saya Yongki,” ucap Mari Elka Pangestu.

Tanpa mesti membuktikan pernyataan Menteri Anton dan Menteri Elka Mari Pangestu, Kalla dengan sigap bertanya kepada peserta rapat terbatas lainnya.  “Bagaimana yang lain, semua pakai sepatu lokal juga?” tanya Kalla.

Sambil senyam-senyum dan sedikit sungkan, bos-bos pabrik pupuk di Tanah Air tak langsung mengangkat sepatu yang dipakainya. Hanya satu sosok yang memperlihatkan sepatu yang dipakainya. “Ini buatan pasar baru,” ujarnya.

ADE
Sumber : Persda Network

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2009/03/06/11233858/komit.produk.lokal.wapres.peroleh.karikatur.sepatu

Posted under Artikel

This post was written by Sepatu Cibaduyut on June 18, 2009

Tags: , ,