Posted under Artikel
This post was written by Sepatu Cibaduyut on April 13, 2010
Posted under Artikel
This post was written by Sepatu Cibaduyut on April 13, 2010
BANDUNG, (PRLM).- Menteri Negara Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (Menneg KUKM) Sjarifuddin Hasan berjanji akan memfasilitasi pameran bagi pengrajin sepatu Cibayut di Jakarta bulan ini. Langkah tersebut untuk meningkatkan dan membuka pemasaran produk UKM.
“Nanti kita bikin pameran sepatu Cibaduyut bulan ini di Jakarta. Saya juga akan mengimbau agar menteri-menteri dan artis-artis menggunakan sepatu Cibaduyut. Sekarang saya masih menggunakan sepatu buatan luar, tapi nanti akan menggunakan sepatu Cibaduyut,” ujarnya disela-sela kunjungan di Koperasi Pasar Caringin, Bandung, Sabtu (3/4).
Diakui Sjariffudin, untuk meningkatkan pasar produk UKM di dalam negeri, mencintai saja tidak cukup, tapi juga harus loyal. “Ini untuk memproteksi pelaku UKM dari serbuan produk impor, termasuk produk Cina,” katanya. (A-150/kur)***
http://www.pikiran-rakyat.com/node/110444
Posted under Artikel
This post was written by Sepatu Cibaduyut on April 3, 2010
Eddy menjelaskan, saat ini kemampuan daya tembus pasar produk lokal di dalam negeri masih mengisi 55%, sedangkan sisanya disumbang produk impor. Optimisme ini kata dia, tidak terlepas dari regulasi Permendag No. 56 soal pengetatan importasi dan program peningkatan komponen kandungan lokal. “Tahun depan pangsa pasar produk lokal bisa 70%
karena adanya SK permendag,” katanya.
Tahun ini saja, kata dia, penurunan sepatu impor telah terasa pada pertengahan tahun, di mana dari total impor produk alas kaki 760 juta dolar AS telah mengalami penurunan 30% dari tahun lalu.
“Untuk ekspor jika kemungkinan tahun ini bisa sama dengan tahun lalu, tahun depan bisa melejit hingga 20% karena pabrik-pabrik sedang melakukan perluasan,” katanya.
Ia memperkirakan, total ekspor produk alas kaki Indonesia pada tahun ini bisa mencapai 1,8 miliar dolar AS, di mana 70% masih didominasi produk sepatu sport dan sisanya 30% nonsport. Secara bertahap komposisi itu akan terus diubah menjadi 50% sepatu sport dan 50% nonsport. “Ke depannya nanti komposisi sport 60%-40% sampai 50%-50%. bDengan demikian, lokal konten kita maju, seperti karet dan kulit,” katanya. (A-190/A-147) ***
Posted under Artikel
This post was written by Sepatu Cibaduyut on October 29, 2009
VIVAnews – Meski beberapa pembeli produk dalam negeri telah menunda bahkan membatalkan pembelian, kontrak ekspor sepatu dan alas kaki tetap jalan.
Hal itu diakui oleh Direktur Aneka Direktorat Jenderal Industri Logam Mesin Tekstil dan Aneka Departemen Perindustrian Budi Irmawan di Jakarta, Jumat 14 November 2008.
“Untuk kontrak tahun ini masih aman, hanya terjadi negosiasi ulang kontrak,” kata Budi.
Negosiasi ulang kontrak ekspor sepatu hanya dilakukan dalam hal harga, yang kebanyakan dilakukan dengan pembeli asal Australia. “Harga disesuaikan dengan depresiasi kurs sekarang,” ujar Budi. Untuk kontrak tahun depan, baru bisa dilihat pada Februari 2009.
Total ekspor sepatu dan alas kaki tahun ini ditargetkan mencapai US$ 1,8 miliar. Budi mengakui tahun depan target ekspor tidak akan turun. “Setidaknya sama dengan tahun ini,” katanya. Hingga saat ini, Indonesia mempunyai 390 perusahaan sepatu dan alas kaki.
• VIVAnews
http://bisnis.vivanews.com/news/read/9400-industri_sepatu_negosiasi_ulang_soal_harga
Posted under Artikel
This post was written by Sepatu Cibaduyut on October 7, 2009
VIVAnews - Pesanan sepatu ekspor dipastikan tidak terpengaruh turunnya permintaan dunia akibat krisis global dalam jangka pendek.
“Kami sudah dapat order hingga 3 bulan ke depan,” kata Ketua Umum Asosiasi Persepatuan Indonesia Ade Wijanarko di Jakarta, Selasa 10 Februari 2009.
Menurutnya, industri ini tidak terlalu terpengaruh imbas krisis global seperti industri tekstil dan elektronik. Umumnya, Edi mengatakan, jika industri sudah mempunyai pesanan tiga bulan pertama, pesanan akan aman sampai Juni 2009.
“Sebab bulan keempat sampai keenam merupakan peak season untuk penjualan sepatu,” kata dia. “Itu sudah menjadi siklus dunia.” Sehingga, Aprisindo optimistis tahun ini pertumbuhannya tidak akan negatif, minimal stagnan dengan target 2008 sebesar US$ 1,8 miliar.
Industri penyamakan kulit sebagai industri pendukung bahan baku utama sepatu meminta agar industri sepatu menggunakan seluruh bahan baku kulit lokal.
“Industri penyamakan kulit tergantung industri hilirnya, kalau industri sepatu tumbuh dengan baik, industri penyamakan kulit juga mengalami pertumbuhan,” kata Ketua Umum Asosiasi Penyamakan Kulit Indonesia (APKI) Senjaya.
Senjaya meminta kandungan lokal industri sepatu bisa 100 persen dari kulit lokal. Ia mengakui saat ini industri penyamakan kulit mengalami keterbatasan bahan baku.
“Karena itu, kami meminta Departemen Pertanian mempercepat izin beberapa negara pengimpor bahan baku kulit agar kami tidak kesulitan menjual barang,” kata Senjaya.
Negara pengimpor bahan baku kulit di antaranya Afrika, Timur Tengah, Asia Tenggara, dan Amerika Latin.
• VIVAnews
http://bisnis.vivanews.com/news/read/28941-industri_sepatu_masih_aman_dari_krisis
Posted under Artikel
This post was written by Sepatu Cibaduyut on October 7, 2009
VIVAnews - Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Menteri Perindustrian Fahmi Idris mengkhususkan diri membicarakan masalah sepatu. Tentunya, sepatu produksi dalam negeri. Siang ini, pukul 14.00 WIB, mereka akan mengunjungi pabrik sepatu ternama di kota Bandung, Fortuna.
Sepatu Fortuna sudah sejak lama diekspor ke luar negeri, terutama Eropa. Tak tanggung-tanggung semua produksi sepatunya khusus untuk pasar ekspor. Pabrik yang terletak di Jalan Soekarno Hatta Bandung ini tiba-tiba penuh dengan protokoler untuk menanti orang nomor dua Indonesia itu datang dan “inspeksi” pabrik.
Sejak awal tahun ini, pemerintah gencar mengkampanyekan cinta dan produk dalam negeri dengan slogan “Aku Cinta Produk Indonesia” dan bertagline “Indonesia 100 Persen”. Salah satunya, sepatu. Bahkan, Fahmi Idris saat ini juga sedang menggodog peraturan wajib penggunaan sepatu dalam negeri untuk pegawai negeri sipil dan polisi.
Penggunaan sepatu dalam negeri, kata Fahmi, merupakan implementasi dari Instruksi Presiden (Inpres) No.2/2009 tentang Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri untuk Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.
Sepeninggal dari pabrik Fortuna, rencananya Kalla dan Fahmi Idris akan mengunjungi pabrik sepatu Garsel dan sentra produksi sepatu di Cibaduyut. Sepatu Garsel salah satu sepatu yang dibanggakan Fahmi Idris. “Saya juga pakai sepatu dalam negeri. Sepatu Garsel namanya, singkatan dari Garut Selatan,” katanya di suatu kesempatan.
• VIVAnews
http://bisnis.vivanews.com/news/read/35270-dari_fortuna_bandung_ke_garsel_cibaduyut
Posted under Artikel
This post was written by Sepatu Cibaduyut on October 7, 2009
VIVAnews - Konsumsi sepatu dalam negeri diperkirakan bakal naik 20 persen atau akan ada kenaikan sekitar Rp 5 triliun pada 2009. Pangsa pasar produk dalam negeri dibandingkan produk impor akan menjadi 60 persen.
“Tahun lalu, sepatu produksi dalam negeri hanya menguasai 40 persen, sisanya impor,” kata Ketua Umum Asosiasi Persepatuan Indonesia Edy Widjanarko di sela-sela kunjungan Wakil Presiden Jusuf Kalla ke pabrik sepatu Fortuna Bandung Jawa Barat, Senin 2 Maret 2009.
Edy menjelaskan pasar dalam negeri nilainya sekitar Rp 25 triliun, sehingga jika ada kenaikan 20 persen. Tahun ini nilainya akan sebesar Rp 30 triliun. Untuk mencapai kenaikan itu, Edy menambahkan, akan menyerap 100 ribu tenaga kerja baru.
Dengan adanya peraturan baru seperti Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 56 Tahun 2008 dan Inpres Nomor 2 Tahun 2009. “Kami yakin bisa mencapai angka itu,” ujarnya.
Peraturan Menteri Perdagangan itu mengatur tentang ketentuan impor produk tertentu melalui lima pelabuhan dan dua bandar udara. Sedangkan Inpres Nomor 2 Tahun 2009 mengatur tentang peningkatan penggunaan produk dalam negeri dalam pengadaan barang/jasa pemerintah.
Pasar ekspor sepatu masih saja menjanjikan. Edy menerangkan, hingga akhir 2008 ekspor alas kaki mencapai US$ 1,83 miliar atau terjadi kenaikan 13,2 persen dari tahun sebelumnya. “Ekspor sepatu paling tinggi dibandingkan produk lain,” katanya. Karena itu, dia menambahkan, ekspor tahun ini akan tetap dipertahankan nilainya.
• VIVAnews
http://bisnis.vivanews.com/news/read/35365-konsumsi_sepatu_lokal_bakal_naik_20_
Posted under Artikel
This post was written by Sepatu Cibaduyut on October 7, 2009
|
VIVAnews - Pengusaha sepatu lokal yang tergabung dalam Asosiasi Persepatuan Indonesia menobatkan Wakil Presiden Jusuf Kalla sebagai Everyday Hero di sektor sepatu.
“Kami menobatkan Bapak Wapres untuk menjadi pahlawan sepatu karena menginspirasikan semua orang untuk memakai sepatu dalam negeri,” kata Ketua Umum Aprisindo Edy Widjanarko saat kunjungan Wakil Presiden Jusuf Kalla ke pabrik sepatu Fortuna Bandung, Senin 2 Maret 2009.
Maklum saja, dengan gencarnya Kalla mempromosikan sepatu dalam negeri belakangan ini menjadikannya sosok “pembela” pengrajin alas kaki.
Insiden pemeriksaan sepatu para menteri Kabinet Indonesia Bersatu di suatu rapat menjadi pemicu produk yang banyak diproduksi di Cibaduyut Bandung ini kembali pasar lokal. Hingga akhirnya, pada pertengahan Februari lalu, sebuah pameran nasional alas kaki dan produk kulit terselenggara dengan kerja sama asosiasi.
Buah manis dipetik dari keberhasilan pameran. Seorang pengrajin asal Cibaduyut mengaku “ketiban durian” setelah pameran. “Saya langsung mendapat tawaran order dari tiga pemebeli luar negeri,” kata pengrajin sepatu dan produk kulit CV Dongjung, Irwansyah Tanjung.
Ketiganya berasal dari Perancis, Australia, dan Italia. Tak hanya itu, Irwansyah mengklaim mendapatkan penjualan terbesar di antara peserta pameran lainnya.
Irwansyah mengaku tawaran dari Perancis harus ditepisnya. “Setelah negosiasi ternyata harganya tidak cocok, saya tawarkan US$ 55 tapi mereka minta US$ 25. Karena terlalu rendah nego harganya, jadi saya tolak,” katanya.
Sedangkan pembeli kedua dari Australia meminta pesanan sepatu yang pernah dipesan dari China dengan segmen menengah ke bawah. “Mereka pesan sampai ribuan pasang sepatu. Karena harga cocok, saya terima dan sekarang sedang dibuat sampelnya,” kata Irwansyah.
Bahkan, dia meminta kerja sama dengan pengrajin lain untuk membantu produksi pesanan sepatu yang cukup banyak ini.
Sedangkan pembeli ketiga, adalah importir asal Italia. “Sebenarnya hari ini saya ada janji bertemu dengan importir itu, tapi karena mau bertemu Pak Wapres, maka dipending besok untuk negosiasi harga,” katanya.
• VIVAnews
http://bisnis.vivanews.com/news/read/35398-kalla_jadi_everyday_hero
Posted under Artikel
This post was written by Sepatu Cibaduyut on October 7, 2009
MI/SUSANTOJAKARTA–MI: Pengrajin dan pengusaha sepatu berencana untuk memproduksi sepatu dengan merek “JK Collection Shoes” karena penjualannya meningkat hingga 50% sejak kampanye JK untuk memakai sepatu dalam negeri.
Menanggapi hal itu, “Silakan saja buat sepatu dengan nama JK. Saya terharu,” kata Wapres Jusuf Kalla saat menerima para pengrajin dan pengusaha sepatu Cibaduyut Bandung di Istana Wapres Jakarta, Senin (6/4).
Menurut Wapres, baginya tidak masalah namanya digunakan sebagai merek karena yang terpenting bagaimana ekonomi rakyat tumbuh sebaik-baiknya. “Silakan saja pakai merk JK Collection tapi dengan satu syarat, jaga kualitasnya. Jangan nanti orang pakai sepatu itu kakinya lecet-lecet. Nanti saya tidak enak,” kata Wapres yang disambut tawa.
Dalam kesempatan itu juga, Wapres mengingatkan agar orang Indonesia tidak selalu menggunakan produk luar negeri. Saat ini banyak orang Indonesia yang tidak membeli sepatu tetapi membeli merek.
Ia mencontohkan orang membeli sepatu merek Italia yang harganya jutaan rupiah. Padahal jika benar-benar membeli sepatu harganya tidak akan semahal itu. Yang menjadi mahal karena merek terkenal dari luar negeri. “Jadi silakan pakai merek JK. Kita tegas saja supaya orang tahu sepatu JK itu buatan Indonesia,” kata Wapres.
Adeng juga menjelaskan sejak Wapres mencanangkan gerakan gunakan
sepatu dalam negeri maka penjualan sepatu dari Cibaduyut meningkat hingga 50 persen.
Sebelumnya kita hanya mampu menjual 20 kodi per hari sekarang rata-rata menjadi 30 s/d 40 kodi per hari,” kata Adeng. Namun, Adeng juga mengakui masih adanya kendala dalam bidang pemasaran yang masih terbatas. Karena itu, Adeng minta bantuan dalam pemasaran ini agar bisa lebih luas lagi.(Ant/OL-04)
http://www.mediaindonesia.com/read/2009/04/04/68220/4/2/Akan_Ada_Sepatu_Merek_JK
Posted under Artikel
This post was written by Sepatu Cibaduyut on September 22, 2009
Jumat, 24/07/2009 17:06 WIB
Omset Sepatu Bisa Capai Rp 6 Triliun Selama Lebaran
Nurseffi Dwi Wahyuni – detikFinance

Jakarta – Omset sepatu saat lebaran di pasar domestik diperkirakan akan naik tiga kali lipat menjadi Rp 6 Triliun dibandingkan kondisi normal yang biasanya Rp 2 Triliun.
Hal ini disampaikan Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional Asosiasi Persepatuan Indonesia, Eddy Widjanarko di Hotel Nikko, Jakarta, Jumat (24/7/2009).
“Kami perkirakan pada saat lebaran akan ada peningkatan omset hingga Rp 6 Triliun. Biasanya Rp 2 Triliun per bulan,” ujar Eddy.
Lonjakan permintaan saat lebaran tersebut, lanjut Eddy, mengakibatkan utilisasi pabrik mencapai 100 persen dibanding sebelumnya yang hanya sekitar 70 persen.
“Faktor lainnya karena adanya Permendag 56 tahun 2008 tentang ketentuan impor produk tertentu sehingga kebutuhan pasar diisi oleh produk dalam negeri,” jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Eddy menyatakan ekspor pada bulan Januari-April turun 2,4 persen, namun kondisi tersebut tertolong oleh pasar domestik yang mampu menyerap seluruh produksi sepatu dalam negeri.
“Untungnya penjualan lokal market full,” tandas Eddy.
(epi/qom)
Sumber : http://www.detikfinance.com/read/2009/07/24/170629/1171055/4/omset-sepatu-bisa-capai-rp-6-triliun-selama-lebaran
Posted under Artikel
This post was written by Sepatu Cibaduyut on July 24, 2009